Kami melayani pengiriman bibit tanaman buah keseluruh Indonesia setiap hari Senin dan selasa

Kamis, 26 September 2013

Tabulampot

Tabulampot atau tanaman buah dalam media tanam pot semakin diminati masyarakat, terutama bagi mereka yang tinggal di perkotaan,, tanaman buah dalam pot lebih asyik dan nikmat dipandang di bandingkan dengan tanaman hias berupa bunga dan nonbunga. Tujuan memelihara tabulampot antara lain untuk memperoleh kepuasan melihat tanaman dalam potnya berbuah lebat. Mulai saat berbunga, menghidup wangi bunga dan indahnya buah yang menguning bergantungan pada dahan. Buah yang menggantung itu juga lambang KEBERHASILAN.

Williams Nursery bergerak di bidang tanaman buah dalam pot (tabulampot), beralamat di Graha Raya Bintaro (pertigaan Pondok Jagung dekat Giant Supermarket), menjual berbagai jenis tanaman buah dalam pot seperti Mangga Chokanan, Mangga Apel, Mangga Erwins, Mangga Mutinwan, Lengkeng, Jambu air, Jambu biji, Srikaya New Varitas , Jeruk Sunkist, Jeruk Primong, Jeruk Lemon, Sawo Manila, Belimbing, Kedongdong , Duren monthong, Duren B24 dll, Bagi para pecinta tanaman buah dalam pot, bila anda ingin menambah koleksi tanaman buah anda segera hubungi kami.

Buah Cinta / Love Fruit



BUAH CINTA / LOVE FRUIT

Andi Marthen Pattunru bagai mendapat durian runtuh. Empat tanaman dari ratusan pot buah cinta yang ia pelihara di kebunnya di Desa Cijayanti, Kecamatan Babakanmadang, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, mengeluarkan buah berwarna kuning. Padahal, lazimnya buah cinta Ochrosia oppositifolia berbuah merah cerah.
Semula Bp Andi Marthen Pattunru menduga warna kulit buah kuning itu akibat pertumbuhan buah yang abnormal. Maklum, tanaman anggota famili Apocynaceae itu semula tumbuh di Tanjungbira, Kabupaten Bulukumba, Provinsi Sulawesi Selatan. Tanjungbira berlokasi di tepi laut dengan iklim panas. Desa Cijayanti berketinggian sekitar 150-200 meter di atas permukaan laut (m dpl) dan berhawa sejuk.
Lagipula seumur hidup Andi di Tanjungbira, belum pernah sekali pun menemukan buah cinta berwarna kuning. Andi baru menemukan buah cinta berkulit kuning di Bogor. “Nanti saat berbuah selanjutnya warna buah juga akan kembali merah,” kata pria yang intensif melakukan kegiatan eksplorasi buah cinta di Tanjungbira sejak 2008 itu menduga-duga.
Namun, dugaan Andi meleset. Pascatemuan pada setahun silam itu, empat pot buah cinta itu kembali menghasilkan buah berwarna kuning pada musim-musim buah berikutnya. Andi menghitung sudah tiga-empat kali tabulampot buah cinta itu menghasilkan buah berwarna kuning. Termasuk ketika Andi memboyong tanaman kerabat kamboja itu ke kebun baru di Kampung Buntar, Desa Muarasari, Kecamatan Tajur, Kabupaten Bogor.
Kondisi ekstrem
Penduduk Tanjungbira mengenal buah cinta sebagai pengka-pengka. Tanaman kerabat adenium itu tumbuh di hutan-hutan. Penduduk kerap mengonsumsi buahnya ketika sedang mencari kayu bakar di hutan sebagai salah satu sumber stamina. Buah pengka-pengka yang tumbuh berdempet membentuk seperti hati berkulit hijau saat muda. Warna kulit berubah menjadi merah ketika matang.
Menurut ahli botani alumnus University of Birmingham, Gregori Garnadi Hambali, varian warna buah cinta kemungkinan karena sifat resesif yang muncul akibat pengaruh kondisi tertentu. Misal perubahan suhu atau intensitas sinar matahari yang ekstrem yang diterima tanaman. “Kondisi seperti itu mampu mengubah susunan genetik tanaman sehingga terjadi mutasi,” kata Greg.
Periset di Pusat Penelitian dan Pengembangan Biologi LIPI, Prof Dr Tukirin Partomihardjo, menuturkan habitat buah cinta di daerah pantai yang berbatu-batu. Tanjungbira yang berbatu-batu dan bersuhu panas dengan paparan sinar matahari terik salah satu habitat yang cocok. Andi memboyong pengka-pengka ke kawasan Bogor yang elevasinya lebih tinggi dan berudara relatif sejuk.
Kepala Balai Penelitian Tanaman Buah (Balitbu) Tropika, Dr Ir Catur Hermanto MP, berpendapat senada. “Di alam, variasi pada warna dan bentuk buah bisa juga muncul akibat perubahan kondisi habitat,” tutur Catur. Misalnya terjadi bencana alam di habitat yang menyebabkan pepohonan yang tumbuh di sekitar tanaman buah cinta tumbang. Akibatnya, tanaman buah cinta yang semula ternaungi pohon-pohon besar, tiba-tiba menjadi terpapar sinar matahari penuh. Perubahan kondisi itu membuat tanaman melakukan adaptasi. Dalam proses adaptasi itulah terjadi perubahan karakter tanaman.
Catur menuturkan, varian buah cinta itu mungkin saja sudah ada sejak lama di alam. Namun, karena populasinya sangat sedikit, warga setempat tidak mengenal adanya pengka-pengka berbuah kuning.
Menurut Andi bentuk daun dan bunga buah cinta kuning sama dengan buah cinta merah. Bedanya pada buah muda berwarna hijau dengan bercak-bercak kuning. Sementara pada buah cinta merah hijau polos. ”Rasa buah cinta kuning matang lebih manis dibandingkan dengan buah cinta merah. Tekstur daging buah juga lebih empuk,” kata Andi. Ciri buah matang warnanya kuning cerah dan buah mudah lepas dari tangkai saat disentuh.
Dari alam
Buah cinta kuning di kebun Andi dari tanaman asal anakan di habitat aslinya yang didapat pada 2011. Penyuka snorkeling itu mengandalkan pasokan bibit dari alam karena masih kesulitan memperbanyak buah cinta. Andi pernah mencoba memperbanyak dengan cangkok dan setek batang. Namun, dari 100 tanaman hasil cangkok, hanya 1-2 tanaman yang berhasil tumbuh menjadi besar. Perbanyakan dari biji, gagal juga. Tak satu pun biji yang ia semai tumbuh.
Catur menduga biji gagal tumbuh karena mengalami dormansi. Menurut Tukirin dormansi merupakan strategi tanaman untuk menyesuaikan diri dari keadaan lingkungan yang tidak menguntungkan. Kondisi tanaman tidak mengalami pertumbuhan itu akan terjadi lebih panjang ketika tanaman hidup bukan di habitat alaminya. “Umumnya biji keluarga Apocynaceae mengalami masa dormansi yang panjang, di alam bisa mencapai setahun,” katanya.
Di alam masa dormansi usai saat tanaman berada kembali dalam kondisi menguntungkan seperti adanya ketersediaan air, panas, dan kelembapan yang sesuai. Masa dormansi biji buah cinta belum diketahui.
Sember : http://bogortabulampot.wordpress.com


Rabu, 28 November 2012

Lengkeng (Euphoria Longana)

LENGKENG ( Euphoria Longana)
Masuknya lengkeng introduksi beberapa tajun lalu mematahkan pendapat bahwa lengkeng sulit bahkan tidak dapat berbuah di dataran rendah, apalagi di pot. Lengkeng-lengkeng pendatang baru tersebut sebenarnya tidak semua asli dataran rendah, tetapi beberapa varietas adalah lengkeng dataran menengah dan tinggi yang beradaptasi baik di dataran rendah.

LENGKENG DATARAN RENDAH
Yang termasuk lengkeng asli dataran rendah diantara nya :
o        Lengkeng pingpong
o        Lengkeng Diamond river
o        Lengkeng Gading/kristalin
o        Lengkeng PuanRay
o        Lengkeng Aroma Duren
o        Lengkeng Jendral

Kelompok ini mampu berbuah sendiri secara alami, tanpa perlakuan khusus. Kegenjahan dan tingkat produktifitas masing-masing varian berbeda sesuai karakter genetik bawaan masing-masing.

LENGKENG DATARAN MENENGAH DAN TINGGI
Yang termasuk lengkeng dataran menengah dan tinggi  diantara nya :
o        Lengkeng Itoh
o        Lengkeng Khiew yee
o        Lengkeng Sri Chompu
o        Lengkeng Beaw Keaw
o        Lengkeng Phuan Mane / Kristal
o        Lengkeng Phuan Thong
o        Lengkeng Kaisar

Kelompok ini biasanya dicirikan dengan daun yang tebal dan lebar / berdaun besar ( kecuali Phuan Thong dan Kaisar).
Kadang lengkeng dataran menengah tersebut bisa berbuah secara alami tetapi sulit. Pembuahan kelompok lengkeng yang bisa beradaptasi baik di dataran rendah ini (kecuali beaw keaw)  biasanya dibuahkan dengan perlakuan aplikasi pupuk dan hormon.
Kelemahan lengkeng ini (karena memerlukan hormon tambahan untuk berbuah) juga merupakan kelebihan karena pembuahan bisa diatur waktunya. Lengkeng itoh adalah jenis yang sampai sekarang paling banyak dikebunkan karena kualitas dan produktivitasnya yang bagus.
(sumber : pelatihan Trubus “ Tehnik buahkan tabulampot”)



Kandungan zat gizi dan fitonutrien dalam buah lengkeng :
o        Gula (sukrosa dan glukosa)
o        Provitamin A, Vitamin B dan Vitamin C
o        Mineral potasium dan zat besi
o        Serat.

Manfaat buah lengkeng :
o        Memulihkan tenaga
o        Menghilangkan bau tubuh
o        Meningkatkan selera makan
o        Menjaga kesehatan kulit
o        Memperlancar sluran pencernaan dan mencegah konstipasi.

(sumber : Jus  buah & sayuran, Dra Emma S Wirakusumah, M.Sc)


 Tersedia di kami :

  • Lengkeng Diamond River
  • Lengkeng Pingpong
  • Lengkeng Kristal
  • Lengkeng Puan Ray
  • Lengkeng Aroma Duren
  • Lengkeng Hawai
  • Lengkeng satu Jari
  • Lengkeng PuanThong
  • Lengkeng Itoh




Jambu Bol Jamaika

Jambu bol adalah pohon buah kerabat jambu-jambuan. Buah jambu ini memiliki tekstur daging yang lebih lembut dan lebih padat dibandingkan dengan jambu air. Tidak begitu jelas mengapa namanya demikian karena bol (bahasa Melayu) atau bool (bahasa Sunda) berarti "pantat".
Nama-nama daerahnya di antaranya jambu bo, jambu jambak (Min.), jambu bool (Sd.), nyambu bol (Bl.), jambu bolo (Mak.), jambu bolu (Bug.). Juga, jambu darsana, dersana, tersana (Jw., Md.); kupa maaimu (Sulut); nutune, lutune, lutu kau, rutuul (Mal.) dan lain-lain.
Dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Malay apple, sementara nama ilmiahnya adalah Syzygium malaccense (yang berarti: ‘berasal dari Malaka’) menunjuk pada salah satu wilayah asal-usulnya.

Pohon yang tidak seberapa tinggi, hingga sekitar 15 m. Batang lurus, gemangnya hingga 20-45 cm, bercabang rendah dan bertajuk rimbun padat sampai membulat, memberikan naungan yang berat.
Daun tunggal terletak berhadapan, dengan tangkai pendek 1-1,5 cm, yang tebal dan kemerahan ketika muda. Helaian daun lonjong menjorong, 15-38 x 7-20 cm, tebal agak kaku seperti jangat.

Karangan bunga muncul pada bagian ranting yang tak berdaun (sering pula pada cabang dekat batang utama), bertangkai pendek dan menggerombol, berisi 1-12 kuntum. Bunga merah agak ungu atau jambon, berbilangan 4, bergaris tengah 5-7 cm; tabung kelopak panjang 1,5-2 cm; helai mahkota merah, lonjong, bundar telur atau bundar, 1,5-2 cm; benang sari banyak, panjang s/d 3,5 cm; panjang tangkai putik 3-4,5 cm.

Buah buni berbentuk bulat sampai menjorong, dengan garis tengah 5-8 cm, merah tua, kuning keunguan, atau keputihan. Daging buah padat, tebal 0,5-2,5 cm, putih dengan banyak sari buah dan wangi yang khas, asam manis sampai manis. Bijinya sebutir, bulat kecoklatan, berdiamater 2,5-3,5 cm

Kegunaan
Buah jambu bol biasa disajikan sebagai buah meja. Jambu bol, bersama dengan jambu air dan jambu semarang atau jambu cincalo memiliki pemanfaatan yang kurang lebih serupa dan dapat saling menggantikan. Buah-buah ini umumnya dimakan segar, atau dijadikan sebagai salah satu bahan rujak. Aneka jenis jambu ini juga dapat disetup atau dijadikan asinan.
Karena rasa dan aromanya, jambu bol pada umumnya lebih disukai orang dan karena itu harganya juga umumnya lebih tinggi daripada jambu air atau jambu semarang.
Kulit batangnya digunakan sebagai obat sariawan. Sedangkan kayunya yang keras dan kemerahan cukup baik sebagai bahan bangunan, asalkan tidak kena tanah.

Asal Usul
Asal usul pohon buah ini tidak diketahui dengan pasti, akan tetapi jambu bol ditanam luas sejak lama di Semenanjung Malaya, Sumatra dan Jawa.
Karena manfaatnya, jambu bol kini ditanam di banyak negara tropis, termasuk di negara-negara Karibia seperti Jamaika serta Trinidad dan Tobago. ( sumber :Wikipedia)