Kami melayani pengiriman bibit tanaman buah keseluruh Indonesia setiap hari Senin dan selasa

Jumat, 05 Desember 2014

Jelang Siang Trans TV liputan Nangka Mini @ Williams Nursery

Williams Agrotama Karawang , Penangkar Bibit Tanaman Buah

Program IMS NET TV Liputan Tabulampot @ Williams Agrotama

Program Reseller Williams Agrotama



Program Reseller Williams Agrotama

Jika anda punya hobby tanaman buah dan ingin menyalurkan hobby anda menjadi suatu bisnis yang menguntungkan, tapi terkendala dengan lahan, karena biasa nya untuk usaha bisnis tanaman pasti harus membutuhkan lahan yang cukup luas.

Tapi sekarang kami memberi solusi untuk menwujudkan mimpi anda menjadi reseller bibit tanaman buah tanpa perlu menyediakan lahan, tanpa stok pohon, tanpa pengetahuan yang khusus tentang tanaman buah.

Kami menyediakan program sebagai reseller bibit tanaman buah untuk dikirim ke seluruh Indonesia apabila daerah tersebut dilayani jasa titipan kilat.

Anda berminat ? Ayo jangan tunda mimpi anda menjadi kenyataan untuk menjadi seorang pengusaha bibit tanaman, anda tidak butuh lahan dan stock tanaman, semua diserahkan ke kami, maka uang akan terus mengalir ke rekening anda.
Segera hubungi kami : 0812 1030 8898
E-mail : info.wa388@gmail.com

Motto kami “ Handal dan terpercaya dalam pelayanan”

Salam Sukses 
Williams Agrotama

Alpukat

Apokat (KBBI: Avokad), alpukat, atau Persea americana ialah tumbuhan penghasil buah meja dengan nama sama. Tumbuhan ini berasal dari Meksiko dan Amerika Tengah dan kini banyak dibudidayakan di Amerika Selatan dan Amerika Tengah sebagai tanaman perkebunan monokultur dan sebagai tanaman pekarangan di daerah-daerah tropika lainnya di dunia.

Pohon, dengan batang mencapai tinggi 20 m dengan daun sepanjang 12 hingga 25 cm. Bunganya tersembunyi dengan warna hijau kekuningan dan ukuran 5 hingga 10 milimeter. Ukurannya bervariasi dari 7 hingga 20 sentimeter, dengan massa 100 hingga 1000 gram; biji yang besar, 5 hingga 6,4 sentimeter.
Buahnya bertipe buni, memiliki kulit lembut tak rata berwarna hijau tua hingga ungu kecoklatan, tergantung pada varietasnya. Daging buah apokat berwarna hijau muda dekat kulit dan kuning muda dekat biji, dengan tekstur lembut.

Sejarah


Nama apokat atau avokad (dari bahasa Inggris, avocado) berasal dari bahasa Aztek, ahuacatl (dibaca kira-kira "awakatl"). Suku Aztek berada di daerah Amerika Tengah dan Meksiko. Karena itu, buah ini pada awalnya dikenal di daerah tersebut.
Pada saat pasukan Spanyol memasuki wilayah tersebut sekitar awal abad ke-16, berbagai tumbuhan dari daerah ini, termasuk apokat, diperkenalkan kepada penduduk Eropa. Orang pertama yang memperkenalkan buah apokat kepada penduduk Eropa yaitu Martín Fernández de Enciso, salah seorang pemimpin pasukan Spanyol. Dia memperkenalkan buah ini pada tahun 1519 kepada orang-orang Eropa. Pada saat yang sama juga, para pasukan Spanyol yang menjajah Amerika Tengah juga memperkenalkan kakao, jagung, dan kentang kepada masyarakat Eropa. Sejak itulah buah apokat mulai disebar dan dikenal oleh banyak penduduk dunia.
Apokat diperkenalkan ke Indonesia oleh Belanda pada abad ke-19.

Manfaat
Apokat memiliki banyak manfaat. Bijinya digunakan dalam industri pakaian sebagai pewarna yang tidak mudah luntur. Batang pohonnya dapat digunakan sebagai bahan bakar. Kulit pohonnya digunakan sebagai pewarna warna cokelat pada produk dari bahan kulit. Daging buahnya dapat dijadikan hidangan serta menjadi bahan dasar untuk beberapa produk kosmetik dan kecantikan. Selain itu, daging buah alpukat untuk mengobati sariawan dan melembabkan kulit yang kering. Daun alpukat digunakan untuk mengobati kencing batu, darah tinggi, sakit kepala, nyeri saraf, nyeri lambung, saluran napas membengkak dan menstruasi yang tidak teratur. Bijinya dapat digunakan untuk mengobati sakit gigi dan kencing manis. ( sumber : Wikipedia)






Tersedia di kami :

* Alpukat Mentega
* Alpukat Miky
* Alpukat Hawai
* Alpukat Susu
* Alpukat D15
* Alpukat LK1
* Alpukat Pier
* Alpukat Jumbo




Senin, 07 Juli 2014

Tabulampot

Tabulampot atau tanaman buah dalam media tanam pot semakin diminati masyarakat, terutama bagi mereka yang tinggal di perkotaan,, tanaman buah dalam pot lebih asyik dan nikmat dipandang di bandingkan dengan tanaman hias berupa bunga dan nonbunga. Tujuan memelihara tabulampot antara lain untuk memperoleh kepuasan melihat tanaman dalam potnya berbuah lebat. Mulai saat berbunga, menghidup wangi bunga dan indahnya buah yang menguning bergantungan pada dahan. Buah yang menggantung itu juga lambang KEBERHASILAN.

Williams Nursery bergerak di bidang tanaman buah dalam pot (tabulampot), beralamat di Graha Raya Bintaro (pertigaan Pondok Jagung dekat Giant Supermarket), menjual berbagai jenis tanaman buah dalam pot seperti Mangga Chokanan, Mangga Apel, Mangga Erwins, Mangga Mutinwan, Lengkeng, Jambu air, Jambu biji, Srikaya New Varitas , Jeruk Sunkist, Jeruk Primong, Jeruk Lemon, Sawo Manila, Belimbing, Kedongdong , Duren monthong, Duren B24 dll, Bagi para pecinta tanaman buah dalam pot, bila anda ingin menambah koleksi tanaman buah anda segera hubungi kami.

Kamis, 26 September 2013

Buah Cinta / Love Fruit



BUAH CINTA / LOVE FRUIT

Andi Marthen Pattunru bagai mendapat durian runtuh. Empat tanaman dari ratusan pot buah cinta yang ia pelihara di kebunnya di Desa Cijayanti, Kecamatan Babakanmadang, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, mengeluarkan buah berwarna kuning. Padahal, lazimnya buah cinta Ochrosia oppositifolia berbuah merah cerah.
Semula Bp Andi Marthen Pattunru menduga warna kulit buah kuning itu akibat pertumbuhan buah yang abnormal. Maklum, tanaman anggota famili Apocynaceae itu semula tumbuh di Tanjungbira, Kabupaten Bulukumba, Provinsi Sulawesi Selatan. Tanjungbira berlokasi di tepi laut dengan iklim panas. Desa Cijayanti berketinggian sekitar 150-200 meter di atas permukaan laut (m dpl) dan berhawa sejuk.
Lagipula seumur hidup Andi di Tanjungbira, belum pernah sekali pun menemukan buah cinta berwarna kuning. Andi baru menemukan buah cinta berkulit kuning di Bogor. “Nanti saat berbuah selanjutnya warna buah juga akan kembali merah,” kata pria yang intensif melakukan kegiatan eksplorasi buah cinta di Tanjungbira sejak 2008 itu menduga-duga.
Namun, dugaan Andi meleset. Pascatemuan pada setahun silam itu, empat pot buah cinta itu kembali menghasilkan buah berwarna kuning pada musim-musim buah berikutnya. Andi menghitung sudah tiga-empat kali tabulampot buah cinta itu menghasilkan buah berwarna kuning. Termasuk ketika Andi memboyong tanaman kerabat kamboja itu ke kebun baru di Kampung Buntar, Desa Muarasari, Kecamatan Tajur, Kabupaten Bogor.
Kondisi ekstrem
Penduduk Tanjungbira mengenal buah cinta sebagai pengka-pengka. Tanaman kerabat adenium itu tumbuh di hutan-hutan. Penduduk kerap mengonsumsi buahnya ketika sedang mencari kayu bakar di hutan sebagai salah satu sumber stamina. Buah pengka-pengka yang tumbuh berdempet membentuk seperti hati berkulit hijau saat muda. Warna kulit berubah menjadi merah ketika matang.
Menurut ahli botani alumnus University of Birmingham, Gregori Garnadi Hambali, varian warna buah cinta kemungkinan karena sifat resesif yang muncul akibat pengaruh kondisi tertentu. Misal perubahan suhu atau intensitas sinar matahari yang ekstrem yang diterima tanaman. “Kondisi seperti itu mampu mengubah susunan genetik tanaman sehingga terjadi mutasi,” kata Greg.
Periset di Pusat Penelitian dan Pengembangan Biologi LIPI, Prof Dr Tukirin Partomihardjo, menuturkan habitat buah cinta di daerah pantai yang berbatu-batu. Tanjungbira yang berbatu-batu dan bersuhu panas dengan paparan sinar matahari terik salah satu habitat yang cocok. Andi memboyong pengka-pengka ke kawasan Bogor yang elevasinya lebih tinggi dan berudara relatif sejuk.
Kepala Balai Penelitian Tanaman Buah (Balitbu) Tropika, Dr Ir Catur Hermanto MP, berpendapat senada. “Di alam, variasi pada warna dan bentuk buah bisa juga muncul akibat perubahan kondisi habitat,” tutur Catur. Misalnya terjadi bencana alam di habitat yang menyebabkan pepohonan yang tumbuh di sekitar tanaman buah cinta tumbang. Akibatnya, tanaman buah cinta yang semula ternaungi pohon-pohon besar, tiba-tiba menjadi terpapar sinar matahari penuh. Perubahan kondisi itu membuat tanaman melakukan adaptasi. Dalam proses adaptasi itulah terjadi perubahan karakter tanaman.
Catur menuturkan, varian buah cinta itu mungkin saja sudah ada sejak lama di alam. Namun, karena populasinya sangat sedikit, warga setempat tidak mengenal adanya pengka-pengka berbuah kuning.
Menurut Andi bentuk daun dan bunga buah cinta kuning sama dengan buah cinta merah. Bedanya pada buah muda berwarna hijau dengan bercak-bercak kuning. Sementara pada buah cinta merah hijau polos. ”Rasa buah cinta kuning matang lebih manis dibandingkan dengan buah cinta merah. Tekstur daging buah juga lebih empuk,” kata Andi. Ciri buah matang warnanya kuning cerah dan buah mudah lepas dari tangkai saat disentuh.
Dari alam
Buah cinta kuning di kebun Andi dari tanaman asal anakan di habitat aslinya yang didapat pada 2011. Penyuka snorkeling itu mengandalkan pasokan bibit dari alam karena masih kesulitan memperbanyak buah cinta. Andi pernah mencoba memperbanyak dengan cangkok dan setek batang. Namun, dari 100 tanaman hasil cangkok, hanya 1-2 tanaman yang berhasil tumbuh menjadi besar. Perbanyakan dari biji, gagal juga. Tak satu pun biji yang ia semai tumbuh.
Catur menduga biji gagal tumbuh karena mengalami dormansi. Menurut Tukirin dormansi merupakan strategi tanaman untuk menyesuaikan diri dari keadaan lingkungan yang tidak menguntungkan. Kondisi tanaman tidak mengalami pertumbuhan itu akan terjadi lebih panjang ketika tanaman hidup bukan di habitat alaminya. “Umumnya biji keluarga Apocynaceae mengalami masa dormansi yang panjang, di alam bisa mencapai setahun,” katanya.
Di alam masa dormansi usai saat tanaman berada kembali dalam kondisi menguntungkan seperti adanya ketersediaan air, panas, dan kelembapan yang sesuai. Masa dormansi biji buah cinta belum diketahui.
Sember : http://bogortabulampot.wordpress.com